Publikasi Pengabdian Masyarakat

30/01/2019 oleh : admin

Program Hatinya PKK Dalam Mendukung Kemandirian Pangan Di  Dusun Ngemplak Kembangarum, Donokerto, Turi, Sleman, DIY

Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia sehingga keberadaannya selalu dibutuhkan. Selama ini, bahan pangan dihasilkan dari sektor pertanian dengan budidaya tanaman di lahan pertanian. Dusun Ngemplak Kembangarum merupakan salah satu dusun yang ada di Desa Donokerto, Turi yang berkembang cukup pesat sehingga luas lahan pertanian mengalami penyusutan. Lahan pertanian dan pekarangan di sekitar rumah di Dusun Ngemplak Kembangarum banyak ditanami salak pondoh, dan sebagian lahan pekarangan lainnya digunakan sebagai halaman untuk interaksi sosial, taman atau tanaman hias. Secara fisik, kondisi ini memberikan keuntungan karena halaman menjadi lebih bersih dan indah, namun dari sisi ekonomi kurang produktif. Hal ini disebabkan oleh kegiatan yang berhubungan dengan pemanfaatan dan pengelolaan halaman rumah yang produktif masih terbatas, dan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan pekarangan dan halaman rumah masih rendah.

Mendasarkan pada permasalahan yang ada, dengan pembinaan dan pendampingan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta serta dimotori oleh ibu–ibu PKK maka Dusun Ngemplak Kembangarum mencanangkan program Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman atau yang lebih dikenal dengan Hatinya PKK. Ketua Tim pendamping dari UMY Septi Nur Wijayanti, SH, MH mengatakan pekarangan dan halaman rumah mempunyai potensi yang besar untuk dikelola menjadi lahan budidaya tanaman sehingga menjadi produktif. Jika lahan pekarangan dapat menghasilkan bahan pangan, maka kebutuhan pangan sehari–hari tidak harus membeli di pasar atau warung, tetapi dapat dicukupi dari pekarangan sehingga dapat mendukung kemandirian pangan bagi masyarakat.

Program Hatinya PKK di Dusun Ngemplak Kembangarum dilakukan dengan beberapa kegiatan yaitu penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan, praktek pemanfaatan dan pengelolaan pekarangan dan halaman rumah; serta pendampingan dan monev secara periodik untuk membina dan mendampingi mitra sampai mencapai hasil yang optimal.

Sementara itu, Tim Pendamping lainnya Ir. Agus Nugroho S, MP dari Fakultas Pertanian mengatakan budidaya tanaman di pekarangan mempunyai kelebihan antara lain tempat penanaman lebih dekat dengan rumah sehingga pengelolaannya dapat dilakukan lebih intensif, dapat dilakukan secara organik sehingga lebih sehat bagi tubuh dan lingkungan, serta berkelanjutan. Tanaman yang dapat ditanam antara lain tanaman pangan, sayuran, buah, tanaman obat dan tanaman hias. Secara teknis budidaya di pekarangan dapat dilakukan dengan penyiapan media penanaman baik di lahan secara langsung atau menggunakan wadah media tanam, penyiapan bahan tanam yang berupa benih atau bibit, penanaman, pemeliharaan yang meliputi penyiraman, pemumupukan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta pemanenan.