WORKSHOP PERSIAPAN MEMASUKI DUNIA KERJA

30/04/2019 oleh : admin

Jenjang berikutnya yang umumnya diambil oleh para mahasiswa setelah menyelesaikan masa studinya adalah memasuki dunia kerja, dan tahapan tersebut seringkali menjadi kendala bagi mereka yang berstatus fresh graduate. Untuk mempersiapkan para mahasiswa tersebut agar dapat lolos memasuki dunia kerja, Komisariat Fakultas Hukum Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerjasama dengan Fakultas Hukum, Magister Ilmu Hukum (MIH), KAUMY MIH, Laboratorium Hukum Faklultas Hukum dan Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni UMY mengadakan kelas pembekalan. Kegiatan yang dilaksanakan sebagai Workshop Memasuki Dunia Kerja tersebut diadakan di Ruang Sidang Direktur Pascasarjan di gedung Kasman Singodimedjo pada hari Sabtu (27/4).

Dr. Trisno Raharjo, S.H.,M.Hum, Dekan Fakultas Hukum (FH) UMY menyampaikan bahwa lokakarya tersebut merupakan kegiatan pembekalan bagi calon lulusan mahasiswa FH. “Lokakarya ini akan memberikan berbagai kiat kepada anda untuk dapat membekali anda dalam menyiapkan diri memasuki dunia kerja. Ini karena kita menyadari bahwa untuk memasuki dunia kerja ada proses screening yang harus dilewati dan seringkali tidak masuk dalam materi atau teori yang kita ajarkan dalam kelas. Kegiatan ini merupakan salah satu cara kita untuk mendorong lulusan kita untuk menjadi SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Trisno dalam sambutannya.

Narasumber dalam lokakarya ini, Eko hadi saputro, SH, DEF, C. Hcm. HCGA Manager dari Air Mancur Group, menyampaikan bahwa kunci utama untuk dapat lolos dari tahapan screeningtersebut adalah dengan mempersiapkan diri seoptimal mungkin. “Great career needs a great preparation, dan untuk itu ada beberapa langkah yang dapat anda ikuti. Pertama adalah dengan mengenali diri anda sendiri untuk dapat memanage diri dengan mengontrol dan mendorong diri sendiri maupun untuk mengambil keputusan yg lebih baik. Ini dapat dilakukan dengan menerapkan VITALS untuk menilai diri anda, yaitu dengan mendeskripsikan; value yang anda miliki; interest terhadap sesuatu; temperament atau sifat dasar anda; around the clock activity; life mission & meaningful goals yang jadi target anda; dan strength berupa minat, bakat, dan karakter anda,” ujarnya.

“intinya adalah, kepribadian adalah aset terbesar yang anda miliki jadi harus dijaga agar selalu tampak baik di muka umum. Seiring dengan berjalannya waktu kepribadian tersebut mungkin akan berubah dengan bertambahnya value yang anda pegang, tapi usahakan agar value inti yg jadi pegangan utama anda tidak berubah,” ungkap Eko.

Selanjutnya adalah memahami bahwa dalam dunia kerja terdapat budaya kerja yang menjadi pegangan sebuah industri yang jadi kunci untuk produktivitasnya. “Ini perlu dipahami bagi anda yang ingin memasuki dunia kerja, bahwa sebagai anggota baru andalah yang menyesuaikan diri dalam budaya organisasi, bukan sebaliknya. Hal ini yang kemudian perlu anda perhatikan dalam melamar pekerjaan di insitusi yang anda tuju, ada peraturan yang mereka miliki untuk menjaga industri tersebut berjalan sesuai dengan tujuannya,” papar Eko menjelaskan.

Eko kemudian menyampaikan bahwa umumnya dalam proses perekrutan seleksi yang dilakukan adalah dengan menyortir CV yang masuk untuk kemudian masuk kedalam tahapan wawancara. “Untuk membuat CV yang baik pastikan anda memuat informasi yang relevan sesuai dengan posisi yang anda tuju serta kebutuhan dari institusi tersebut. Apabila kriteria anda sesuai maka tahapan selanjutnya adalah wawancara yang bertujuan menilai apakah anda orang yang tepat untuk masuk dalam institusi tersebut,” ujarnya.

Terakhir Eko menyampaikan bahwa dalam memulai pekerjaan dalam budaya kerja yang baru ia memiliki beberapa tips yang dapat dilakukan. “Sebai seorang recruiter, menurut saya ada beberapa hal yang menjadi ekspektasi sebuah industri terhadap orang baru. Pertama adalah memiliki sikap yang positif dalam bekerja, karena ini adalah budaya kerja baru dan selama anda berada dalam masa penyesuaian maka kemampuan untuk mendengarkan dan mempelajari hal yang baru adalah aset. Selanjutnya adalah dengan menjadi percaya diri dan juga terbuka dengan suasana baru, juga berusahalah untuk tetap netral, ” jelasnya.

Lokakarya ini juga menghadirkan Muhammad Nur Syuhada , M.Psi., Psikolog, Praktisi Human Capital Management, dan Erik Hadi Saputra , S.Kom., M.Eng., seorang motivator sebagai narasumber lainnya dalam kegiatan ini. (BHP UMY)